Sabtu, 04 Januari 2020

Anak Kelinci






Dulu ada sebuah kisah tentang sekeluarga kelinci yang hidup dengan bahagia, keluarga ini terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Meskipun mereka hanya bertiga tetapi kebahagiaan selalu ada pada keluarga tersebut. Dengan ibu yang lemah lembut, ayah yang penyayang, dan anak yang periang. Semuanya terasa sempurna. Mereka tinggal di sebuah kedalaman hutan yang subur, di mana para hewan tinggal dengan aman. Tidak ada yang perlu dirisaukan, karna di sana semuanya sudah terpenuhi.
Suatu hari keluarga kelinci pergi untuk mencari makanan, mereka tak perlu khawatir akan hewan buas yang mungkin saja akan memangsa mereka, karna tempat ini tersembunyi dari semua itu.
Keluarga kelinci tiba di sebuah padang rumput subur, mereka bertiga berpencar mencari tempat yang nyaman untuk makan, beberapa saat kemudian anak kelinci sudah merasa kenyang, sedangkan ibu dan ayahnya terlihat masih makan.
Karna anak kelinci merasa bosan menunggu orang tuanya, ia mulai berjalan mengelilingi tempat tersebut, ia ingat ibunya sangat menyukai bunga putih, jadi anak kelinci berencana memberi ibunya bunga putih. Ia mulai mencari bunga di sekitar tempat itu, tapi karna tak kunjung menemukannya anak kelinci berjalan lebih jauh dari tempat orang tuanya tadi guna mencari bunga. Tak sadar ternyata ia sudah terlalu jauh dari orang tuanya, ia tak ingin ayah ibunya mencemaskan anak kelinci nanti, jadi ia berencana untuk  berbalik namun tak jadi karna ia melihat sekilas bunga itu ada di ujung sana. Sebenarnya ia ragu untuk kesana, karena letak bunga itu tepat  di samping jurang yang dalam, tapi ia menguatkan tekad demi sang ibu. Jadi ia mulai melangkah mendekati bunga putih. Sampai di sana ternyata si bunga tepat berada di bibir jurang, dan anak kelinci agak kesusahan untuk mengambilnya, ia harus harus maju sedikit ke tepi jurang untuk mencapai bunga.
Dengan hati-hati anak kelinci mulai turun perlahan, sedikit demi sedikit, jurang itu sangat dalam sampai tak terlihat ujungnya, dan juga licin. Anak kelinci sedikit lagi bisa mencapai bunga, sambil berpegangan pada tumbuhan di sebelahnya, tangannya mulai terulur untuk menjangkau batang bunga. Rasanya sangat sulit bagi anak kelinci untuk mendapatkan setangkai bunga putih.
Ia mulai kelelahan karna bunga putih tak kunjung ia capai, tapi ia tak mau menyerah begitu saja, ia semakin maju sedikit demi sedikit.
Sampai akhirnya ujung tangan anak kelinci mencapai batang bunga, segara saja ia mencabut bunga itu, untungnya bunga itu tak terlalu sulit dicabut untuk ukuran anak kelinci sepertinya, ia berjingkrak-jingkrak senang. Tetapi karena terlalu senang ia lupa untuk berpegangan pada tumbuhan di sana, kakinya terpeselet dan ….




L.A



NEXT CHAPTER KITA LANJUTKAN….^^ cobalah untuk membagikan linknya pada teman kalian, maka aku akan sangat bersemangat atas partisipasi kalian. Terimaksih ^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar