Dulu ada
sebuah kisah tentang sekeluarga kelinci yang hidup dengan bahagia, keluarga ini
terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Meskipun mereka hanya bertiga tetapi
kebahagiaan selalu ada pada keluarga tersebut. Dengan ibu yang lemah lembut,
ayah yang penyayang, dan anak yang periang. Semuanya terasa sempurna. Mereka
tinggal di sebuah kedalaman hutan yang subur, di mana para hewan tinggal dengan
aman. Tidak ada yang perlu dirisaukan, karna di sana semuanya sudah terpenuhi.
Suatu hari
keluarga kelinci pergi untuk mencari makanan, mereka tak perlu khawatir akan
hewan buas yang mungkin saja akan memangsa mereka, karna tempat ini tersembunyi
dari semua itu.
Keluarga
kelinci tiba di sebuah padang rumput subur, mereka bertiga berpencar mencari
tempat yang nyaman untuk makan, beberapa saat kemudian anak kelinci sudah
merasa kenyang, sedangkan ibu dan ayahnya terlihat masih makan.
Karna anak
kelinci merasa bosan menunggu orang tuanya, ia mulai berjalan mengelilingi
tempat tersebut, ia ingat ibunya sangat menyukai bunga putih, jadi anak kelinci
berencana memberi ibunya bunga putih. Ia mulai mencari bunga di sekitar tempat
itu, tapi karna tak kunjung menemukannya anak kelinci berjalan lebih jauh dari
tempat orang tuanya tadi guna mencari bunga. Tak sadar ternyata ia sudah
terlalu jauh dari orang tuanya, ia tak ingin ayah ibunya mencemaskan anak
kelinci nanti, jadi ia berencana untuk berbalik namun tak jadi karna ia melihat
sekilas bunga itu ada di ujung sana. Sebenarnya ia ragu untuk kesana, karena
letak bunga itu tepat di samping jurang
yang dalam, tapi ia menguatkan tekad demi sang ibu. Jadi ia mulai melangkah
mendekati bunga putih. Sampai di sana ternyata si bunga tepat berada di bibir
jurang, dan anak kelinci agak kesusahan untuk mengambilnya, ia harus harus maju
sedikit ke tepi jurang untuk mencapai bunga.
Dengan hati-hati
anak kelinci mulai turun perlahan, sedikit demi sedikit, jurang itu sangat
dalam sampai tak terlihat ujungnya, dan juga licin. Anak kelinci sedikit lagi
bisa mencapai bunga, sambil berpegangan pada tumbuhan di sebelahnya, tangannya
mulai terulur untuk menjangkau batang bunga. Rasanya sangat sulit bagi anak
kelinci untuk mendapatkan setangkai bunga putih.
Ia mulai
kelelahan karna bunga putih tak kunjung ia capai, tapi ia tak mau menyerah
begitu saja, ia semakin maju sedikit demi sedikit.
Sampai akhirnya
ujung tangan anak kelinci mencapai batang bunga, segara saja ia mencabut bunga
itu, untungnya bunga itu tak terlalu sulit dicabut untuk ukuran anak kelinci
sepertinya, ia berjingkrak-jingkrak senang. Tetapi karena terlalu senang ia
lupa untuk berpegangan pada tumbuhan di sana, kakinya terpeselet dan ….
L.A
NEXT
CHAPTER KITA LANJUTKAN….^^ cobalah untuk membagikan linknya pada teman kalian,
maka aku akan sangat bersemangat atas partisipasi kalian. Terimaksih ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar